Limapuluh Kota,Kliksumatra.com —Wakil Bupati limapuluh kota Ahlul Badrito Resha bersama Rahmadinol Kalaksa BPBD bersama Wartawan tanggap bencana meninjau titik api guna dan penanganan dan pencegahan kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) yang biasa terjadi pada saat musim kemarau di wilayah kabupaten limapuluh kota pada Minggu (20/7/2025)
Tim Pemantau di pimpin Wabup Ahlul Badrito Resha bersama Kalaksa BPBD Rahma Dinol,Wartawan siaga bencana menimjau langsung dampak Karhutla dan upaya penanganan yang akan dilalukan jika musim kemarau tetap berlanjut.
Kalaksa BPBD limapuluh kota Rahma Dinol bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada wilayah kecamatan Harau,yang rawan terjadi karhutla setelahnya adalah kecamatan Suliki.
Lokasinya selain kecamatan Harau karhutla juga terjadi di kecamatan Suliki,Rahma Dinol.Kalaksa BPBD limapuluh kota menambahkam bahwa kegiatan patroli ini bertujuan untuk memberikan penyadartahuan bagi masyarakat tentang karhutla melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pengecekan kondisii kelembaban wilayah.
“Sosialisasi akan terus dilakukan dengan konsisten agar masyarakat paham dengan dampak dan akibatnya karhutla,”tandasnya.
Untuk itu,dengan patroli ini diharapkan saat musim kemarau saat ini kejadian karhutla bisa dicegah,”ujar Rahma Dinol.
Wabup Ahlul Badrito Resha sebutkan secara tehknis penanggulanagan karhutla tentu BPBD kabupaten limapuluh kota yang memiliki otoritas,namun sebagai waki bupati sebagai juga bidang pengawasan secara internal.
Akan tetapi sekaligus juga menghimbau kepada seluruh masyarakat,agar pada saat musim kemarau ini secara bersama menjaga bahaya karhutla. Yang tidak hanya merugikan diri kita secara pribadi,akan tetapi akan berdampak kepada masyarakat luas lainnya,apabila bahaya karhutla tersebut meluas sehingga semua pihak akan kewalahan menghadapinya pungkas Wabup Ahlul Badrito Resha.












