Lima Puluh Kota,Kliksumatra.com –Memasuki kuartal pertama tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota terus menunjukkan dedikasi tanpa henti dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Di bawah nakhoda baru, Zaimar Hakim, SH., instansi ini mengusung semangat “Revolusi Mitigasi” yang mengedepankan kecepatan respons dan akurasi bantuan pascabencana.
Respons Cepat di Tengah Dinamika Alam
Sejak Januari lalu, ketangguhan personil BPBD diuji oleh berbagai fenomena alam yang tidak menentu. Mulai dari penanganan fenomena sinkhole (lubang amblas) di Nagari Situjua Batua sedalam 5,7 meter, hingga evakuasi pohon tumbang yang menimpa pemukiman warga di Nagari Ampalu pada medio April ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terbukti sigap hadir di titik-titik rawan, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama melalui aksi kaji cepat dan pengamanan lokasi bencana secara profesional.

Pemulihan Ekonomi dan Hunian Warga
Tidak sekadar tanggap darurat, BPBD Lima Puluh Kota juga berfokus pada pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak. Kabar gembira datang bagi para penyintas bencana, di mana pada Januari 2026, sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) telah dipastikan dapat menempati Hunian Sementara (Huntara) dengan layak. Selain itu, BPBD secara konsisten mengawal penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama pihak perbankan pada Maret lalu untuk mempercepat pencairan bantuan stimulan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Memperkuat Jejaring dan Mitigasi Modern
Menyadari bahwa bencana tidak mengenal batas wilayah, BPBD Lima Puluh Kota mengambil langkah strategis dengan memperpanjang kerja sama bersama BPBD Kabupaten Kampar. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana di wilayah perbatasan lintas provinsi. “Kami tidak hanya bekerja saat bencana terjadi, tapi kami membangun fondasi agar masyarakat lebih siap dan tangguh menghadapi segala kemungkinan,” ujar Kalaksa BPBD, Zaimar Hakim.

Peresmian Huntap Mandiri: Hunian Tahan Uji Untuk Warga
Tepat pada Rabu, 15 April 2026, Bupati Safni Sikumbang secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri di Jorong Lubuak Aua, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Program hasil kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menjadi titik awal pembangunan 47 unit huntap bagi warga terdampak bencana di tiga kecamatan: Bukit Barisan (34 unit), Gunuang Omeh (12 unit), dan Suliki (1 unit). Huntap yang dibangun bukan sekadar hunian biasa. Menggunakan teknologi Sepablock (bata interlock) dukungan Semen Padang, rumah tipe 36 ini dirancang dengan standar teknis tinggi:
– Kecepatan Konstruksi: Estimasi pengerjaan hanya berkisar 21 hingga 30 hari.
– Ketahanan: Memiliki struktur tahan uji, tahan api hingga 120 menit, dan mampu meredam suara.
– Kenyamanan: Material khusus menjaga suhu ruangan tetap sejuk, memberikan kenyamanan maksimal bagi penghuninya.
“Dengan koordinasi yang solid dan semangat gotong royong, apa yang kita rencanakan insyaAllah akan terwujud. Kami ingin memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang layak dan aman,” ujar Bupati Safni Sikumbang.






