oleh

Jadi Masukan Ke Penyidik – SUMEKS.CO

-Padang-5 views

[ad_1]

SUMEKS.CO – Mabes Polri menanggapi santai terkait viralnya video liputan investigasi tim Narasi TV soal ciri pelaku yang melakukan pembakaran halte bus Transjakarta Sarinah saat aksi menolak omnibus law UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh di Jakarta pada 8 Oktober 2020 yang lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, video tersebut nantinya bakal menjadi masukan dari penyidik untuk melakukan penyelidikan.

“Itu menjadi masukan daripada penyidik untuk proses penyelidikan,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/11).

Namun demikian, sambung Awi, penyidik Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Umum telah melakukan penyidikan dan menetapkan beberapa orang tersangka.

“Tentunya kembali lagi, ini jadi masukan proses penyidikan perkara tersebut,” tandas Awi.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menetapkan 69 orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan dan pembakaran Halte Transjakarta itu.

Dan, kata dia, penyidik bakal membuka peluang penetapan tersangka baru dalam kasus perusakan halte Sarinah tersebut.
“Untuk sementara kita sudah ada beberapa tersangka, dan masih terus berlanjut,” kata Ade kepada wartawan, Kamis (29/10).

Hasil investigasi yang dilakukan tim Narasi TV menunjukkan para pelaku memang datang secara bergerombol dan terorganisasi untuk memperburuk situasi aksi dengan cara membakar Halte Trans Jakarta. Investigasi itu dipublikasikan di kanal Yotube Narasi Newsroom.

Investigasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan berbagai video yang ditemukan di sumber-sumber terbuka bagi publik.

Analisis menunjukkan awalnya para pelaku datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok saat massa aksi mulai memanas di perempatan Sarinah. Para pelaku itu terlihat sempat berfoto-foto dan melakukan pengamatan. (RMOL.ID)



[ad_2]

Sumber https://sumeks.co/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed