Limapuluh Kota, Kliksumatra. Com — Dalam rangka mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Sumatera Barat–Riau, Polres 50 Kota menurunkan personelnya ke lapangan pada Minggu, 22 Maret 2026. Personel yang tergabung dalam satgas operasi tersebut terdiri dari Satgas Kamseltibcarlantas bersama satgas lainnya yang melaksanakan pengaturan, pemantauan, serta rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan pada jalur penghubung Sumbar–Riau.
Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Dan Satgas Kamseltibcarlantas selaku Kasat Lantas Polres 50 Kota, IPTU Zarwiko Irzal, S.H., yang turun bersama personel untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di sepanjang jalur lintas tersebut.

Berdasarkan keterangan Kasat Lantas, hingga pukul 21.30 WIB situasi arus lalu lintas terpantau padat merayap,namun tetap lancar terutama dari arah Pekanbaru menuju wilayah Sumatera Barat.
Tingginya volume kendaraan diperkirakan berasal dari masyarakat yang melakukan perjalanan wisata ke berbagai objek wisata di Sumatera Barat serta warga yang mulai melaksanakan perjalanan mudik menuju kampung halaman pada H +2 Idul Fitri.
Untuk mengurai kepadatan, personel kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk pengaturan prioritas kendaraan pada titik-titik persimpangan dan jalur rawan antrean panjang. Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan kelancaran bagi seluruh pengguna jalan.
Sementara itu, Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang melaksanakan mudik maupun yang berlibur ke Sumatera Barat, agar selalu berhati-hati selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik pengemudi, serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum berangkat.
“Utamakan keselamatan, jangan memaksakan berkendara saat lelah, patuhi arahan petugas di lapangan, dan tetap jaga ketertiban berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kapolres.
Polres 50 Kota juga mengimbau pengguna jalan agar tetap bersabar menghadapi kepadatan arus kendaraan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver berbahaya yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.












