JAKARTA,Kliksumatra. Com — Bupati Lima Puluh Kota Safni terus memperjuangkan nasib petani gambir agar komoditas unggulan daerah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dan Sekretaris Komisi II DPRD Lima Puluh Kota, Benni Okva Della, di Wisma Danantara, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Dony menginstruksikan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) turun langsung ke Lima Puluh Kota pada pekan berikutnya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pembenahan akan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan bahan baku, penentuan kapasitas produksi, penyediaan mesin pengolahan, hingga penguatan akses pasar.
Bupati Safni menyampaikan, produksi gambir Lima Puluh Kota diperkirakan mencapai 18.000 ton per tahun, dengan lebih dari 11.000 pelaku usaha yang bergantung pada komoditas tersebut di delapan kecamatan dan 35 nagari. Namun, potensi besar itu belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan petani. Sekitar 20 persen penduduk disebut bergantung pada pertanian gambir, sementara harga di tingkat petani berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Melalui keterlibatan Danantara dan PTPN, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap pengolahan dan pemasaran gambir dapat diperkuat sehingga menghasilkan nilai tambah bagi daerah. Bupati Safni menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan petani gambir agar komoditas unggulan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.












