Payakumbuh, KLIKSUMATRA – Setelah Satu Bulan Pelaksanaan Agro Expo Di Pasar Tradisional Padang Kaduduak, dengan berbagai hal berkaitan dengan kegiatan pertanian dan Komunitas hobi yang telah diperlihatkan, Akhirnya Hari ini berakhir, Kamis (10/10).
Ketua Panitia Joni Safasni atau yang akrab disapa Mosir mengatakan 3 bulan persiapan yang telah dilakukan panitia Payakumbuh Agro Expo 2019, berbuah hasil manis, dimana berbagai hasil tani yang dipertontonkan serta banyaknya produk tani yang telah dibeli oleh masyarakat.
“Kami berkeinginan bagaimana Payakumbuh yang merupak jalur perlintasan hasil pertaniannya lebih dikenal oleh orang luar.” katanya
Mosir menyebut satu bulan kegiatan Payakumbuh Agro Expo berlangsung warga semakin paham hal pengembangan dan budidaya bawang dan labu madu. Saat ini sudah kita kantongi 8 jenis atau varietas labu. Selanjutnya, kita semakin paham bagaimana sistem yang halal lagi baik untuk pengolahan varian labu madu yang mulai dikenal di Sumbar.
“Teruslah berkarya, manfaatkanlah lahan tidur, Karena pada realitanya, bukan lahan yang tidur, tapi kita pemiliknya yang tertidur,”tutur Mosir.
Disampaikannya, meski hari ini Payakumbuh Agro Expo 2019, berakhir. Namun kegiatan bakal dibuat lebih akbar lagi.
“Kita pecinta budidaya pertanian akan lanjutkan kegiatan ini. Kita akan cetus berdirinya Agro Mart. Dimana lokasi ini menjadi Pusat penjualan agro multikultura, bibit tanaman budidaya dan tanaman hias, seperti bunga dan pecinta anggrek. Semua diatur dalam managemen satu pintu,” ucapnya
Jelang Penutupan Agro Expo Joni Safasni selaku penggiat Payakumbuh Agro Expo sekaligus dewan penilai lomba KWT menyampaikan ucapan terima kasih atas fasilitas dan dukungan Pemko Payakumbuh dan jajaran, sehingga kegiatan akbar tersebut bisa berlangsung sukses.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Edvidel Arda mengatakan Pemko Payakumbuh selalu giat berikan stimulans, agar warga kota giat dalam mewujudkan pangan sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai motivasi kearah lebih baik kedepan. Timbulkan motivasi dan kreasi dalam pemanfaatan pekarangan rumah,” ujarnya
Ditambahkan, “Maksimalkan lahan atau bisa juga dengan polybag dan lainnya. Barang bekas pun bisa dijadikan wadah bercocok tanam. Jika niat dan kemauan bisa kita tingkatkan, insyaallah KWT bisa juga menopang kebutuhan anggota dan keluarga. Teruskan pupuk minat dan bakat bagaimana KWT bisa bernilai guna,” harap Edvidel Arda.






