oleh

Sambangi PWI, Ketua DPRD ini Sampaikan Klarifikasi – SUMEKS.CO

-Padang-8 views

[ad_1]

PALEMBANG – Ketua DPRD Pagaralam Jenni Shandiyah didampingi Wakil Ketua DPRD Pagaralam Epsi Komar, Senin (2/10), silaturahmi ke kantor PWI Sumsel, di Jl Supeno 11 Palembang.

Ketua DPRD Pagaralam langsung diterima oleh Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Anwar Rasuan serta Sekretaris Dwitri Kartini dan Bendahara Novas Riady dan pengurus lainnya di Aula PWI Sumsel.

Jenni menemui PWI Sumsel, pertama menyampaikan berkaitan dengan soal pernyataannya di media sosial terkait pers pelat merah, itu yang dia maksudkan posisi humas yang menyampaikan release atau pemberitaan dari pemerintah daerah.

“Tidak ada sama sekali menyinggung tugas wartawan,” ujar Jenni. Jenni pun sudah mengklarifikasi hal ini ke media.

Bahkan Jenni memaparkan sebagai ketua DPRD sangat menghargai profesi seorang wartawan. “Kami tunjukkan pada support anggaran ditambah sebesar Rp1,8 miliar untuk tahun 2021. Anggaran ini diperuntukkan program penyebar luasan informasi dan dibagi secara proporsional ke seluruh media cetak dan online di Pagar alam.

“Kami sadar media memegang peranan penting. Karenanya kami tambahkan anggaran Kominfo Pagaralam tahun depan sebesar itu. Ini bentuk bukti dan dukungan kami terhadap pers di Pagar Alam,” kata Jenni didampingi Epsi.

Jenni menyampaikan keresahannya, karena beberapa media yang memberitakan menurutnya tidak berimbang dan tidak konfirmasi ke DPRD Pagaralam.  Sejak tiga bulan terakhir, Jenni merasa, dirinya ataupun lembaga yang dipimpinnya, kerap mendapatkan berita yang tidak berimbang dan terkesan begitu memojokkan.

“Bahkan tanpa konfirmasi sedikitpun. Dengan narasumber yang tidak diketahui dari siapa,” katanya seraya menunjukkan beberapa print-out dari media online.

Terlebih lagi , pada saat demo omnibus law 8 Oktober lalu. “Ini menyudutkan saya, karena saya diberitakan atau dinilai tidak mengerti isu nasional. Sehingga saya mendapat teguran secara kepartaian.’’

Terkait itu, dirinya dilaporkan ke polisi pada 15 oktober 2020. Kalau pun ada akan proses hukum yang berlanjut, saya pastikan tidak sedang berhadapan dengan wartawan, dan kemungkinan melaporkan balik. Berkaitan dengan pemberitaan tidak berimbang.

Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar menanggapi hal ini akan meneruskan ke Dewan Kehormatan jika terdapat anggota PWI, akan diserahkan ke DK. Namun demikian secara aturan UU Pers No 40 tahun 1999 dapat menggunakan hak jawab terkait dengan materi pemberitaan yang tidak sesuai atau tidak cover both side. Berkaitan dengan proses hukum yang dilaporkan kaitan dengan pernyataan di medsos, tentunya sebagai warga negara mematuhi proses hukum yang dijalankan saat ini. Terkait dengan pernyataan itu, sebenarnya tidak ada istilah pers pelat merah, juga dalam status tidak menyinggung pekerjaan profesi wartawan. Karena sangat jelas, dikatakan Jenni tidak menyinggung kaitan kerja wartawan.

Firdaus juga sangat mengapresiasi niat baik Ketua DPRD Pagaralam, dan Firdaus memuji langkah yang dilakukan DPRD Pagaralam yang telah memperhatikan pers di Pagaralam. (wi2k)



[ad_2]

Sumber https://sumeks.co/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed