oleh

PR Pemerintah Meyakinkan Masyarakat Terhadap Vaksin Covid-19 

[ad_1]

Covesia.com – Irma Hidayana Koordinator Koalisi Warga Lapor Covid-19 mengatakan pihaknya telah melakukan survei kepada masyarakat tentang pemahaman dan keyakinan warga terhadap obat dan vaksin Covid-19.

Survei dimulai semenjak Agustus dan September tepatnya tanggal 22 sampai 3 Oktober pertanyaan dirangkum. “Kami ingin memotret pandangan masyarakat tentang vaksin juga pemahaman mereka tentang vaksin,” ungkap Irma saat zoom meeting yang diselenggarakan AJI Indonesia sengan tema menguji transparansi keamanan vaksin Covid-19, Rabu (4/11/2020).

Disebutkan Irma mayoritas responden khawatir dan percaya bahwa pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi Kesehatan. Namun sebagian besar justru masih ragu-ragu menerima vaksin dan obat Covid-19 (N= 2019).

“Sebanyak 70% responden menyatakan ragu-ragu hingga tidak bersedia mengonsumsi obat Unair apabila mereka terinfeksi Covid-19. Sebanyak 69% responden menyatakan ragu-ragu hingga tidak bersedia menerima vaksin Biofarma-Sinovac apabila mereka terinfeksi Covid-19. Sementara sebanyak 56% responden menyatakan ragu-ragu hingga tidak bersedia menerima vaksin Merah Putih dari Eijkman dan Biofarma,” ungkapnya. 

Irma mengatakan perlu langkah evaluatif dalam pengembangan dan pembuatan vaksin dan terhadap janji ketersediaan vaksin. Upaya-upaya meningkatkan keyakinan masyarakat berbasis kemantapan ilmiah (scientific robustness). 

Juga, penyediaan obat dan vaksin harus dipandang hanya sebagai salah satu bagian dari upaya menyeluruh pengendalian pandemi Covid-19.

“Ada ketidakseimbangan narasi covid-19, yakni information tentang vaksin, dan prosesnya. Sisi positif vaksin yang disiapkan biofarma dan sinovac,” ujarnya. 

Lebih lanjut kata Irma, meyakinkan masyarakat akan ada vaksin meredam pandemi, ada beberapa kategori masyarakat harus di vaksin. Narasi nya selalu keunggulan vaksin bagaimana vaksin diperlukan. Tapi proses uji vaksin belum tergali dengan baik, pengadaan vaksin, yang paling pentung pendapat masyarakat juga kesiapan masyarakat tentang vaksin.

“Vaksin ini diperuntukkan semua orang indonesia dan dunia, sebaiknya kalau mau melakukan intervensi sebaiknya masyarakat juga disiapkan, bukan perihal tempat tapi bandingan yang seimbang tentang vaksin yang disiapkan,” imbuhnya. 

Irma juga mengatakan hasil survei on line yang dilakukan pihaknya melalui jaringan perguruan tinggi, dengan usia 18 tahun ke atas, memiliki akses survei. Lebih banyak perempuan yang mengisi tidak berhubungan dengan kesehatan dan tidak di kesehatan masyarakat, berbagai profesi, penghasilan kurang dari juta 500 ada juga yang 12,5 JT.

Kami menyimpulkan ada dua PR besar pemerintah, meyakinkan masyarakat tak hanya kemasan komunikasi tapi pemerintah dan jajarannya memastikan melakukan prosedur pembuatan vaksin yang berlaku. Ada kaitan yang dilakukan saat ini dengan jawaban dari responden yang ragu-ragu. Itu faktornya utama ketidak percayaaan tersebut. Pemerintah memperkuat lebih transparan dan patuh uji klinis. 

“Vaksin ini salah satu solusi, efiden menunjukkan vaksin mampu menekan angka resiko keparahan suatu penyakit seperti polio, hepatitis, campak dan sebagainya. Melakukan imunisasi vaksin bisa membantu,” tukasnya.

(ila)



[ad_2]

Sumber : https://www.covesia.com/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed