Masuk 8 Besar, Forikan Kota Payakumbuh Penilaian Tingkat Provinsi Sumatra Barat

 

Payakumbuh,Kliksumatra.com — Setelah masa pandemi covid-19 berlalu, lomba Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) tingkat Provinsi Sumatra Barat kembali dihelat. Setelah sebelumnya dilaksanakan ekspose pada 6 Juli di hotel Axana kota Padang bersama seluruh kota/kabupaten se-Provinsi Sumatra Barat, akhirnya kota Payakumbuh masuk dalam 8 besar untuk menuju 6 besar se-Provinsi Sumatra Barat bersama daerah lainnya, yakni Kabupaten Agam, kabupaten 50 kota, kabupaten tanah datar, kota Solok, kabupaten Solok, kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Betempat di kantor Pertanian Kelurahan Koto Panjang, kecamatan Payakumbuh Timur, Selasa (23/8) pagi, dengan dipimpin ketua Forikan Provinsi Sumatra Barat Chandra Gumilarti hadir bersama rombongan untuk melakukan penilaian serta peninjauan lapangan yang mana dalam hal ini Forikan kota Payakumbuh menghadirkan kegiatan Bazar Poklasar (kelompok pengelohan dan pemasaran ikan) kota Payakumbuh.

Jika dilihat kembali dalam ekpose yang dipaparkan Forikan kota Payakumbuh di tingkat Provinsi kemaren, dimana Forikan kota Payakumbuh menyampaikan jika dalam meningkatkan konsumsi ikan di kota Payakumbuh telah masuk dalam kurikulum sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di kota Payakumbuh.

“Dan atas penyampaian ekspose itu, tim Forikan Provinsi Sumatera Barat hadir sekarang untuk menilai serta melakukan peninjauan lapangan apakah ekpose yang dibawakan kemaren sudah berjalan dan diimplementasikan sesuai apa yang kita (Forikan Kota Payakumbuh) sampaikan kemaren,” ungkap wakil ketua Forikan kota Payakumbuh Elfriza Zaharman.

Wakil ketua tersebut turut menyampaikan bahwa atas komitmen yang telah dibangun guna meningkatkan konsumsi ikan bagi tumbuh kembang anak di kota Payakumbuh ini sudah berjalan dengan lancar serta telah diimplementasikan dan masuk dalam kurikulum sekolah PAUD.

Lebih lanjut, Elfriza tidak lupa sampaikan permintaan maaf kepada tim Forikan Provinsi Sumatra Barat atas ketidakhadiran ketua Forikan kota Payakumbuh yang dikarenakan ada agenda keluarga yang tidak bisa diwakilkan.

Dalam kesempatan penilaian Forikan tingkat Provinsi Suamtra Barat ini turut dihadiri walikota yang diwakili Asisten III bidang Administrasi Umum Ifon Satria Chan dan turut didampingi kepala dinas Pertanian Depi Sastra bersama jajaran dan tentunya dari kelompok Forikan Kota Payakumbuh dan pengurus dari setiap kecamatan serta perwakilan pengurus Forikan kota Payakumbuh.

Menurut data yang dimiliki dinas pertanian melalui kelompok Forikan kota Payakumbuh, angka konsumsi ikan (AKI) kota Payakumbuh tahun 2020 adalah 33,01 kg/kapita/tahun, sedangkan tahun 2021 adalah 33,67 kg/kapita/tahun dimana ditahun selanjutnya mengalami peningkatan 0,66 kg/kapita/tahun dengan kita targetkan angka konsumsi ikan pada tahun 2023 nanti di angka 35 kg/kapita/tahun,” ungkap Ifon dalam sambutannya.

Dalam mendukung program gerakan memasyarakatkan makan ikan ( gemarikan) Ifon membeberkan jika Pemerintah Kota Payakumbuh melalui dinas Pertanian pada tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan gemarikan sejumlah Rp. 159.095.000,- (APBD Kota Payakumbuh).

“Dana ini dimanfaatkan untuk kegiatan pendataan angka konsumsi ikan di 47 kelurahan, penyampaian informasi melalui kegiatan sosialisasi, media, spanduk, leaflet, kegiatan inovasi budidaya ikan dalam ember pada 35 PAUD/TK se-kota Payakumbuh, juga turut dimanfaatkan untuk kegiatan lomba, baik di tingkat kota maupun tingkat Provinsi. Selain itu, dimasing-masing kecamatan juga disediakan anggaran untuk mendukung gerakan memasyarakatkan makan ikan,” tutur Ifon melanjutkan.

Terkait dengan mengimplementasikan gemarikan, selain didukung oleh Forikan kota Payakumbuh, dinas pertanian turut bekerjasama dengan dinas pendidikan dalam memasukkan program gemarikan ke kurikulum sekolah PAUD.

Diakhir penyampaiannya, Ifon mengajak kepada seluruh tamu yang hadir agar mensukseskan program gemarikan supaya berhasil dan berdayaguna sehingga memerlukan keterpaduan dalam pelaksanaannya di lapangan bersama perangkat daerah terkait, sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *