Limapuluh Kota,Kliksumatra.com — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Wirman Datuak Pangeran Nan Putiah,SH dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP),gelar reses masa sidang III Tahun 2026 dengan menjemput aspirasi langsung dari kelompok perikanan se-Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Luhak,pada hari,Rabu (19/8/2026).
Reses menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat pelaku usaha perikanan dihadiri langsung oleh Dt.Pangeran,camat Luhak yang diwakili oleh Dedy Hatta dengan peserta seluruh perwakilan kelompok pembudidaya dan pembibitan ikan yang berada di Kecamatan Luhak yang dampingi langsung Septia Irnawati selaku Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL).
Dalam sambutannya, Wirman Datuak Pangeran menyampaikan reses merupakan salah satu kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Reses ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang kita untuk duduk bersama, mendengar keluh kesah, dan mencatat apa yang menjadi persoalan riil di lapangan serta menjemput aspirasi bapak-ibu yang akan kami bawa dan perjuangkan di DPRD Provinsi,” ucap Dt.Pangeran.
Kegiatan di mulai dengan diskusi dan dari forum diskusi,muncul sejumlah aspirasi dari kelompok perikanan. Menariknya, hampir seluruh kelompok menyampaikan persoalan yang sama.
Keluhan pertama adalah masalah air, Para pembudidaya mengaku ketersediaan air untuk kolam masih menjadi kendala utama, terutama saat musim kemarau. Debit air yang menurun membuat produktivitas ikan tidak maksimal dan berisiko gagal panen,persoalan bibit dan hama perusak kolam juga menjadi aspirasi utama dari semua kelompok yang hadir.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wirman Datuak Pangeran menegaskan akan membawa persoalan ini ke pembahasan di DPRD Provinsi Sumbar. Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan penyuluh lapangan agar solusi bisa lebih cepat dirasakan.
“Kita lihat persoalannya hampir sama di semua kelompok. Berarti ini persoalan struktural yang harus kita carikan solusi bersama. Nanti akan saya koordinasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi serta Balai Benih Ikan agar ada bantuan bibit dan pelatihan pengendalian hama,” pungkas Dt.Pangeran Nan Putiah







