oleh

Ini yang Kelima Sejak 5 Tahun Terakhir

[ad_1]

Covesia.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatra Barat berhasil menemukan gambar cadas prasejarah yang diperkirakan berusia ribuan tahun di sebuah goa yang terletak di Jorong Tabisu, Nagari Bukit Bais, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok Sumatera Barat. Temuan ini merupakan yang kelima kalinya sejak lima tahun terakhir. 

Kepala BPCB Sumbar Teguh Hidayat mengatakan, gambar cadas yang di Solok ini adalah temuan yang kelima sejak lima tahun terakhir. Sebelumnya telah ditemukan empat lokasi lain yakni dua lokasi di Kabupaten Limapuluh Kota dan dua lokasi juga di Kabupaten Tanah Datar. 

Baca juga:  Lukisan Purba Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Solok

“Ini temuan yang kelima sejak lima tahun terakhir. Bagi Sumbar, temuan semacam ini sesuatu yang langka. Sangat berharga untuk meneliti budaya prasejarah di daerah ini,” katanya, Selasa (3/11/2020).

Temuan gambar cadas pertama terletak di Ngalah Tompok (Tompok Syoih) di nagari Ditumbuk, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar. Kedua di Batu Basurek (Pamalaman Inyiak Uda) di Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buk Utara, Kabupaten Tanah Datar.

Ketiga, BPCB Sumbar menemukan lukisan cadas di gua Lida Ajer (Lidah Air), Di Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Penemuan ketiga ini di goa yang sama tempat peneliti Macquarie University asal Australia menemukan gigi manusia modern tertua di Asia Tenggara tahun 2017 silam. Diperkirakan gigi tersebut berusia sudah 120 ribu tahun.

Keempat, gambar cadas ditemukan juga di Situjuah Limo Nagari. Tak jauh dari Goa Lidah Ajer. Tepatnya di Nagari Tungka. Disini ditemukan juga gambar cadas didinding goa. 

Temuan gambar cadas di Guo Basurek, Kabupaten Solok ini menambah menambah khazanah warisan budaya purbakala di Sumatra Barat khususnya tradisi pembuatan gambar cadas di gua. 

Salah satu tim periset BPCB Sumbar Azwar Sutihat kepada Covesia.com, temuan di Solok memiliki keunikan tersendiri dibanding 4 situs lainnya. Menurutnya, kondisi gambar di situs ini relatif lebih bagus. Jelas secara visual.

Pada Oktober lalu, Tim BPCB yang terdiri dari Sri Sugiharta, Ahmad Kusasi, Azwar Sutihat, Yusril, Dodi Chandra dan Purwanto melakukan survei ke lokasi tersebut. Tim ini didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, pemerintahan nagari, tokoh, pemuka adat dan masyarakat Nagari Bukit Bais.

Tim menyebut, survei itu merupakan penjajakan pelindungan temuan gambar cadas di Guo Basurek, Kabupaten Solok. Hal itu adalah langkah preventif dan awal pelindungan. Gua ini dinilai memiliki potensi tinggalan arkeologi yang cukup tinggi.

BCPB memasukkannya dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Survei tersebut untuk melindungi objek ini dari kerusakan karena aspek alam, lingkungan atau aktivitas manusia. Selain untuk mendokumentasikan ODCB dan lingkungan sekitarnya, juga mengidentifikasi tingkat keterancaman kerusakan dari objek yang berada di Guo Basurek.

Dari survei itu, tim BCPB mengidentifikasi gambar yang ada di gua didominasi warna putih dan beberapa warna hitam. Jumlahnya sekitar 160-an gambar. Gambar warna hitam berdasar hasil penelitian para pakar gambar cadas, diperkirakan lebih tua dibanding putih.

Gambar cadas hitam diperkirakan berusia antara 5.000-2.000 tahun lalu. Sedangkan warna putih kurang dari itu, diperkirakan antara 1.000 hingga 500 tahun yang lalu. Untuk gambar yang warna putih, dikaitkan dengan tradisi makan sirih, karena bahan yang digunakan untuk menggambar adalah kapur yang sama dengan kapur sirih.

(agg)



[ad_2]

Sumber : https://www.covesia.com/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed