oleh

HUT Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan – SUMEKS.CO

-Padang-15 views

[ad_1]

PALEMBANG – Pandemi covid-19 berdampak pada anggaran pemerintah daerah (pemda) yang harus refocusing dan dialihkan untuk penanggan covid 19. Lantaran hal tersebut pemda kekurangan dana dan membutuhkan dana untuk membiaya proyek infrastruktur.
Untuk itu, Bank Sumsel Babel gencar penyaluran kredit bagi pemerintah daerah untuk digunakan sebagai sumber dana pembangunan infrastruktur .
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsuddin saat menyerahkan bantuan kepada panti asuhan Al-Islam dalam rangka HUT Bank Sumsel Babel ke-63 . “Iya kami saat ini ada beberapa daerah yang melakukan pinjaman untuk membiaya pembangunan infrastruktur,” katanya
Saat ini, sambung dia, sudah ada 3 kabupaten di Sumsel yang mendapat kucuran kredit infrastruktur. Rinciannya, 3 kabupaten yang mendapat kucuran kredit, plafon tertinggi diberikan kepada Pemkab Banyuasin yang mencapai hampir Rp200 miliar. Sementara untuk Pemkab Pali kreditnya berkisar Rp90 miliar. Sementara untuk Pemkab Empat Lawang Rp 100 miliar dan masih proses. “mereka (Pali, red mengajukan kredit sekitar Rp100 miliar, saat ini masih proses. Pemda hanya meminjam short time dan hanya waktu tiga bulan. Setelah ada dana langsung bayar,” katanya .
Syamsudin mengatakan sebagai bank pembangunan daerah (BPD), Bank Sumsel Babel menilai perlu berperan dalam kemajuan daerah. Salah satunya berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur lewat kucuran kredit. Apalagi, saat ini semua pemda telah melakukan kebijakan refocussing dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Sehingga, berdampak terhadap alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur. “Kredit ini sifatnya dana talangan karena sekarang kan dana mereka terpakai untuk penanganan Covid-19. Nanti setelah ada dana akan langsung di bayarkan oleh pemda seperti Pali, sedangkan daerah lain itu sesuai masa kerja kepala daerah tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan ekspansi di kredit produktif merupakan salah satu strategi bisnis yang dilakukan Bank Sumsel Babel dalam fungsi intermediasi.
Menurut dia, selama ini BPD seringkali mengandalkan kredit konsumtif sebagai kekuatan perusahaan. Namun demikian, perusahaan menilai kredit sektor produktif di Sumsel dan Babel ternyata prospektif. “Kredit konsumtif jangan dibuang karena itu kekuatan kami. Sekarang kami tambah kekuatan baru di kredit produktif, ini yang lagi dibangun. Selain infrastruktur, kami juga masuk di sektor pertanian, perikanan karena memang prospeknya bagus,” jelas dia.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama BSB penyerahkan bantuan kepada panti asuhan berupa santunan tunai Rp 10 juta dan paket Rp 5 juta. “Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk membantu dan meringankan beban saudara kita apalagi di tengah pandemi,” tukasnya. (yun)



[ad_2]

Sumber https://sumeks.co/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed