Limapuluh Kota,Kliksumatra. Com – Alia Efendi, S.H., Datuak Bijayo Nan Mudo, resmi menakhodai Lembaga Karate-Do Indonesia (LEMKARI) Kabupaten Lima Puluh Kota. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota itu langsung ditantang menghadirkan dojo di setiap nagari.
Alia dilantik sebagai Ketua Pengurus Cabang LEMKARI Lima Puluh Kota di Kodim 0306 Kabupaten 50 Kota, Minggu (8/11/2026). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) LEMKARI Sumatera Barat, Nanda Satria, S.I.P., yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Usai pelantikan, Nanda menantang kepengurusan baru untuk membawa karate lebih dekat ke masyarakat. Dojo atau tempat latihan di setiap nagari dinilai akan membuka akses pembinaan, menjaring bibit atlet, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk menekuni karate.
“Kami berharap kepengurusan LEMKARI Kabupaten Lima Puluh Kota di bawah kepemimpinan Alia Efendi mampu membawa organisasi ini semakin berkembang. Salah satu target yang ingin kita dorong adalah hadirnya dojo di setiap nagari. Ini tentu membutuhkan kerja sama dan komitmen semua pihak. Dengan semakin dekatnya tempat latihan kepada masyarakat, kita berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni karate dan nantinya lahir atlet-atlet berprestasi dari Lima Puluh Kota,” ujar Nanda Satria.
Tantangan itu disambut Alia tanpa ragu.
“Kami siap menerima tantangan dari Ketua Pengprov LEMKARI Sumatera Barat. Membangun dojo di setiap nagari tentu bukan pekerjaan yang ringan, tetapi ini merupakan cita-cita dan target yang harus kita perjuangkan bersama. Kami ingin LEMKARI hadir lebih dekat dengan masyarakat, sehingga anak-anak dan generasi muda di setiap nagari memiliki kesempatan untuk belajar karate, mengembangkan potensi, serta meraih prestasi,” ungkap Alia Efendi.
Bagi Alia, karate bukan semata urusan medali.
“Bagi kami, karate bukan hanya tentang kemampuan bertanding dan meraih medali. Lebih dari itu, karate mengajarkan kedisiplinan, rasa hormat, tanggung jawab, sportivitas, dan integritas. Inilah nilai-nilai yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda Lima Puluh Kota,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus, pelatih, Majelis Sabuk Hitam (MSH), orang tua, dan keluarga besar LEMKARI bergerak dalam satu visi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak bisa dipikul ketua dan pengurus seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan dan komitmen semua pihak.
Pelantikan ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lima Puluh Kota, Elsiwa Fajri, mewakili Bupati. Hadir pula perwakilan Komandan Kodim 0306, Kapolres Lima Puluh Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
Turut hadir Ketua KONI Lima Puluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, S.E.I., M.M.; perwakilan Ketua Umum FORKI Lima Puluh Kota; anggota Dewan Guru PB LEMKARI; Ketua KMSH LEMKARI Sumatera Barat; jajaran pengurus LEMKARI provinsi dan kabupaten; para ketua perguruan karate se-Kabupaten Lima Puluh Kota; Ketua Umum 50 Fighter; para MSH LEMKARI; orang tua wali murid; serta karateka yang telah menyelesaikan ujian.
Pelantikan ini mengusung semangat: “Melalui LEMKARI, Kita Wujudkan Karateka yang Berprestasi, Berkarakter, dan Berintegritas.”
Di dunia karate, sabuk hitam bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab. Begitu pula bagi Alia Efendi. Pelantikan ini bukan puncak, melainkan permulaan.






